Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Berlakukan Tarif Baru 10-12,5% untuk 60 Negara, termasuk Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:57:00 WIB
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Donald Trump menegaskan perjanjian kerja sama nuklir sipil antara AS dan Arab Saudi tidak mengizinkan Riyadh melakukan pengayaan uranium sendiri (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan perjanjian kerja sama nuklir sipil antara AS dan Arab Saudi tidak mengizinkan Riyadh melakukan pengayaan uranium sendiri. Penegasan itu disampaikan Trump untuk menjawab kekhawatiran bahwa kerja sama tersebut dapat membuka jalan bagi pengembangan bahan bakar yang berpotensi digunakan untuk senjata nuklir.

Trump juga mengungkapkan, persetujuan penuh terhadap perjanjian nuklir tersebut bergantung pada kesediaan Arab Saudi menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel melalui Perjanjian Abraham. Menurut dia, syarat tersebut menjadi bagian penting sebelum kesepakatan memperoleh persetujuan Kongres AS.

Dalam unggahan di akun Truth Social, Kamis (23/7/2026), Trump menyatakan kerja sama nuklir sipil yang dikenal sebagai Perjanjian 123 hanya mencakup program nuklir untuk tujuan damai tanpa pengayaan uranium oleh Arab Saudi.

"Amerika Serikat tidak menentang fasilitas nuklir sipil (tidak diperkaya)," tulis Trump.

Pernyataan itu sekaligus menjawab kekhawatiran para pakar nonproliferasi yang menilai perjanjian tersebut berpotensi gagal membatasi pengayaan uranium hingga tingkat yang dapat digunakan untuk memproduksi senjata nuklir.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut