Bahasa Sunda di Priangan Barat dikenal halus. Ini terjadi akibat penaklukan Bandung oleh Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-15 Masehi. Selain menaklukkan wilayah, Mataram juga mengubah budaya tutur masyarakat Priangan Barat, terutama Kota/Kabupaten Bandung.
Selama Mataram berkuasa, orang Sunda mengenal atau kasarnya dipaksa mematuhi undak usuk atau tingkatan bahasa tutur. Padahal sebelumnya, orang Sunda yang cenderung egaliter, tidak mengenal undak usuk tersebut.
Bahasa Sunda lemes atau halus yakni, bahasa yang digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau dihormati. Berbeda jika berbicara dengan teman sebaya atau lebih muda.
Penggunaan bahasa Sunda saat berbicara dengan yang lebih tua dan dihormati terdengar sopan dengan intonasi halus dan lembut.
Misal, anak berbicara kepada orang tua, wajib menggunakan bahasa Sunda halus. Ketika anak-anak berbicara kepada orang tuanya dengan bahasa Sunda kasar terdengar tidak sopan.