Di Bogor, terdapat beberapa kawasan, terutama yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kota Depok yang mayoritas warganya justru menggunakan bahasa Betawi, bukan Sunda.
Awalnya Bahasa Sunda tidak mengenal tingkatan atau undak usuk. Namun setelah Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-15 Masehi, menaklukkan beberapa kerajaan di Tatar Pasundan, Bahasa Sunda, terutama di wilayah Priangan Barat dan Timur, terpengaruh oleh budaya Jawa.
Bahasa Sunda selanjutnya mengenal tingkatan atau undak usuk bahasa, ada istilah bahasa lemes atau halus, loma atau lancaran, dan kasar.
Undak usuk ini diterapkan oleh masyarakat Sunda di wilayah Priangan barat, terutama Kota/Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat. Juga masyarakat di Priangan timur, yaitu, Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar.
Walaupun umumnya Bahasa Sunda memiliki kesamaan, namun masing-masing daerah punya ciri khas dalam pengucapan atau dialek. Bahkan beberapa kosa kata dalam Bahasa Sunda terdapat perbedaan di masing-masing daerah.