Faktor kunci lainnya adalah, lanjut Didi, dengan mengelola hubungan dengan buyer untuk memperoleh informasi yang aktual yang dapat menjadi keunggulan komparatif memenangkan pasar ekspor global.
Untuk itu Kemendag terus memberikan dukungan dan perhatian bagi para buyer produk Indonesia melalui berbagai program
Sementara Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas menyampaikan bahwa pihaknya optimis dan yakin dengan potensi Subang akan komoditas kopinya.
“Diharapkan melalui program pelatihan yang telah dijalankan dapat meningkatkan kapasitas petani sehingga kualitas biji kopinya semakin memenuhi kebutuhan pasar global,” tutupnya.
Pada periode Januari–Juli 2021, ekspor kopi Indonesia tercatat mencapai 400,96 juta dolar AS. Tujuan ekspor Indonesia di antaranya Amerika Serikat dengan pangsa pasar 24 persen, Mesir (11 persen), Jepang (9 persen), Malaysia (7 persen), dan Italia (6 persen).
Sementara pada 2020 Indonesia tercatat sebagai negara pengekspor kopi ke-9 dunia, di bawah Brasil, Swiss, Jerman, Kolombia, Vietnam, Italia, Prancis, dan Honduras.