Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Lengkap Menantu Bunuh Ibu Mertua di Empat Lawang
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Motif Menantu Bunuh Ibu Mertua di Empat Lawang, Dipicu Hasil Panen Kopi

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:20:00 WIB
Terungkap! Motif Menantu Bunuh Ibu Mertua di Empat Lawang, Dipicu Hasil Panen Kopi
Polisi mendalami motif pembunuhan menantu terhadap ibu mertua di Empat Lawang.. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

EMPAT LAWANG, iNews.id – Polisi mengungkap motif pembunuhan sadistis yang dilakukan AN terhadap ibu mertuanya, Aminah (64) di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Pelaku mengakus akit hati dengan hasil pembagian hasil panen kopi yang dinilai tidak adil.

Saat ini, AN yang telah ditetapkan tersangka ditahan di Mapolres Empat Lawang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Ulu Musi, Iptu Arsan Fajri mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, motif pembunuhan sadis ini dipicu oleh perselisihan keluarga mengenai pembagian hasil panen kopi yang dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan awal antara pelaku dan korban. 

“Emosi yang memuncak membuat AN gelap mata dan tega mengeksekusi ibu mertuanya sendiri,” katanya, Selasa (26/5/2026). 

Usai melancarkan aksi kejinya, AN sempat melarikan diri ke dalam hutan sebelum akhirnya kabur menuju Lubuklinggau menggunakan mobil carteran. 

Kronologi Pembunuhan

Kapolsek Ulu Musi, Iptu Arsan Fajri mengungkapkan, korban Aminah sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Selasa (19/5/2026). 

Saat laporan kehilangan dibuat, AN dengan lihai memberikan keterangan palsu seolah-olah dirinya tidak mengetahui keberadaan sang ibu mertua. Kepada keluarga dan warga desa, AN berdalih terakhir kali melihat korban di area kebun pada hari Selasa tersebut.

Dalam pengakuan awalnya, AN menyebut korban sempat meminta dijemput pada Kamis (21/5/2026) bersama rombongan warga yang hendak memanen lada. 

Pelaku juga mengaku sudah memesan jasa ojek kebun untuk mengangkut hasil panen dan mengira mertuanya sudah pulang lebih dulu secara mandiri. 

“Bahkan saat tiba di rumah, tersangka sempat berpura-pura bertanya kepada anaknya mengenai keberadaan korban untuk memicu kepanikan pihak keluarga,” kata Iptu Arsan Fajri, Selasa (26/5/2026). 

Merespons kepanikan itu, pihak keluarga bersama warga sempat melakukan penyisiran besar-besaran di area kebun dan sekitar pondok yang biasa ditempati korban. 

Di sana, warga menemukan barang-barang milik korban berupa keranjang berisi buah lada, senjata tajam jenis parang, serta botol air minum yang tergeletak sekitar 10 meter dari pondok. 

Warga bahkan sampai nekat menguras kolam di sekitar kebun lada karena menduga korban tenggelam, namun upaya itu nihil. Titik terang mulai muncul saat polisi menemukan sebuah ponsel tanpa kartu SIM (SIM card) yang diduga kuat milik korban di sekitar lokasi. 

Kondisi fisik ponsel yang tampak sangat bersih tanpa noda lumpur padahal berada di area perkebunan basah membuat tim penyidik menaruh curiga besar kepada AN.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut