Kontroversi, Ponpes Al Zaytun Indramayu Adopsi Ajaran Isa Bugis dan Lembaga Kerasulan

Andrian Supendi
Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, saat membrikan penjelasan soal ajaran di Ponpes Al Zaytun Indramayu. (Foto: iNews.id/Andrian Supendi)


Ken Setiawan menuturkan bahwa di Al Zaytun, dosa itu bisa ditebus dengan uang. Besar kecilnya uang tebusan tersebut tergantung kepada besar kecilnya dosa yang telah dilakukan.

"Yang berhak menentukan uang tembusan adalah imam atau pimpinan mereka," ucap dia.

Ken Setiawan menyampaikan bahwa informasi-informasi tersebut sebenarnya sudah ada di tangan MUI dan Kementerian Agama.

"Jadi cukup dibuka saja, saya rasa masyarakat sudah tau dan segera buat fatwa agar bisa dijadikan landasan bagi aparat untuk menindak Al Zaytun secara hukum," ujar dia.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pendiri NII Crisis Center Sebut Ada Dugaan Makar di Ponpes Al Zaytun Indramayu 

57 tahun lalu

Panji Gumilang Pulang ke Al-Zaytun, Disambut Histeris Ribuan Santri sampai Menangis

57 tahun lalu

Pakai Jas Hitam, Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang Bebas dari Lapas Indramayu

57 tahun lalu

Panji Gumilang Dituntut 1,5 Tahun Penjara Kasus Penistaan Agama 

57 tahun lalu

Sidang Kasus Penistaan Agama, Kuasa Hukum Panji Gumilang Nilai Dakwaan JPU Tak Masuk Akal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal