Bahkan, Hidayat menyebut jika pihaknya telah berupaya bekali-kali meminta klarifikasi ke DPP dan ke DPW agar dipertemukan dengan pihak kedua.
Pertama, upaya itu dilakukan pada tanggal 30 Agustus 2021, di mana DPD Cianjur mengirim surat ke DPP dan DPW. Surat No. 003/01.Org/DPD.PU-CJR/VIII/2021 Perihal: Tindak lanjut dan klarifikasi hasil pertemuan tanggal 29 Agustus di Bandung. Sayangnya, surat ini tidak dijawab.
Upaya kedua, katanya, dilakukan tanggal 1 September 2021. Dimana, 12 DPD Partai Ummat mengadakan pertemuan pertama di Sentul Bogor. Dalam kesempatan itu, DPD Cianjur menyampaikan permohonan klarifikasi kepada Ketua DPW Jawa Barat agar mereka dipertemukan dengan pihak kedua. Lagi-lagi, upaya tersebut hanya dibalas dengan jawaban akan diusahakan.
"Tanggal 14 September 2021, pertemuan kedua di Sentul Bogor, dihadiri tujuh DPD. Dalam pertemuan tersebut kami memperoleh informasi dari Ketua DPW bahwa pihak kedua adalah orang Cianjur yang berinisial S dan AR," tutur dia.
Upaya selanjutnya, tanggal 15 September 2021, atas dasar informasi di atas, dia menghubungi Nazaruddin selaku Wakil Ketua Umum DPP untuk segera melakukan klarifikasi dengan pihak kedua.