Kisah Miris Kakek Pencari Pasir di Sukabumi, Hidup Andalkan Rp5.000 per Keranjang 

Budi Setiawan
Abah Ujang Danu masih harus mengangkut pasir dari bibir sungai ke pemesan sebelum mendapat upah Rp5.000 per Keranjang. (Foto: iNews.id/Budi Setiawan)  

Kakinya yang sudah renta itu dipaksa bekerja keras mengangkut pasir untuk dijual demi bisa menyambung hidup. Hasil yang didapat pun tak seberapa, dari setiap pasir yang didapatnya, Abah Ujang menjualnya seharga Rp5.000 per keranjang bambunya.

"Dalam sehari Abah hanya mampu mengumpulkan 10 keranjang pasir. Jadi hanya dapat Rp50.000. Hasilnya untuk beli makan," kata Abah Ujang Danu," Jumat (8/4/2022).

Dia mengaku, berpropesi menjadi pencari pasir dilakukannya sejak istrinya meninggal dunia lima tahun lalu. Lansia yang sudah renta ini tak memiliki anak dari pernikahannya tersebut.

Dia terpaksa harus tinggal sendiri di rumahnya yang kecil tanpa adanya listrik. Abah Ujang hanya mengandalkan senter yang dimilikinya sebagai penerangan di malam hari. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Miris, Pasutri di Bandung Tinggal di Gubuk Berdinding Karung dan Sarung Bolong

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 3,5 Guncang Sukabumi, Getaran Dirasakan hingga Cidolo

57 tahun lalu

Pilu! Diusir dari Rumah, Pria Lansia Penderita Katarak di Kuningan Tinggal di Permakaman

57 tahun lalu

Tebing 15 Meter Longsor Timbun Tol Bocimi, Arus Kendaraan ke Jakarta Ditutup

57 tahun lalu

Lansia di Pekanbaru Ternyata Tewas Dibunuh Menantu Perempuan, Ini Motifnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal