"Kecewa berat karena gubernur hanya PHP (Pemberi Harapan Palsu) saja," kata Sidarta.
Terkait kenaikan 10 persen UMK di Kabupaten Pangandaran, Sidarta mengungkapkan hal sama jika itu hanya bentuk formalitas semata. Sebab, kenaikan untuk Pangandaran tidak terlalu berdampak karena jumlah buruh di daerah itu tidak terlalu banyak.
"Padahal kalau berani masih banyak daerah lain yang jumlah upahnya di bawah Rp2 juta," tuturnya.