Ketersediaan oksigen, tutur Taufik, semakin kuat mengingat pada 2021 lalu, Pemprov Jabar sudah menambah lima oksigen generator yang dititipkan di RSUD milik provinsi dan dua oksigen generator yang disiapkan di UPTD milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung dan Bogor.
"Untuk oksigen generator yang ada di RSUD dan dikelola Dinas Kesehatan Jabar itu kapasitasnya masing-masing 5.000 PPM (parts per million). Untuk yang di Indag itu masing-masing kapasitasnya 500 PPM," tutur Taufik.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jabar mengatakan, pasien isoman yang membutuhkan bantuan tabung oksigen masih bisa mengakses layanan OMAT dari aplikasi Pikobar.
Diketahui, OMAT atau Oksigen untuk Masyarakat merupakan fitur yang ada di Pikobar untuk memenuhi kebutuhan oksigen secara online.
Melalui Omat, masyarakat bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan oksigen ketika membutuhkan, meminjamkan atau mendonasikan untuk membantu orang lain yang membutuhkan dengan layanan antar-jemput cuma-cuma alias gratis.
"Layanan itu masih bisa diakses warga lewat Pikobar karena kami masih menyiapkan stoknya. Jadi, sementara untuk pasokan oksigen dan tabung oksigen kami pastikan aman," ucap Taufik.