Sementara itu, Polres Sukabumi telah melakukan langkah penyelidikan terkait heboh hoaks seorang ustaz diangkat sebagai waliyullah di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Hasilnya, polisi memastikan Ustaz Encep Jaenal Mutaqim tak pernah mengaku waliyullah.
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra mengatakan, kabar hoaks yang menyebutkan seorang ustaz di Surade diangkat sebagai waliyullah oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul, membuat resah masyarakat.
Karena itu, kata Kapolres Sukabumi, petugas melakukan penyelidikan dengan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). Pemeriksaan dilakukan terhadap ustaz Encep Jainal Mutaqim dan saksi-saksi.
"Hasil pulbaket awal diketahui, ustaz (Encep Jainal Mutaqim) tersebut tidak pernah menyatakan dirinya sebagai wali. Sehingga yang bersangkutan merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukabumi," kata Kapolres Sukabumi, Sabtu (2/9/2021).
AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra menyatakan, Sat Reskrim Polres Sukabumi Polres Sukabumi telah menerima laporan dari ustaz Encep Jainal Mutaqin tentang dugaan fitnah dan penyebaran kabar bohong atau hoaks pada Jumat 1 Oktober 2021.
"Sampai saat ini, kasusnya (kasus hoaks yang dilaporkan ustaz Encep Jainal Mutaqin) masih dalam proses penyelidikan oleh Satuan Reskrim Polres Sukabumi," ujar AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra.