Petugas memperoleh keterangan jembatan gantung itu dibangun pada 5 Februari 2022 lalu dan akses jalan jembatan gantung tersebut masih ditutup karena belum selesai dikerjakan.
“Jembatan sebenarnya belum 100 persen selesai dikerjakan sehingga sempat ditutup oleh Pemerintah Desa Sukamaju agar tidak bisa dilintasi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Iptu Ateng Budiono.
Selain olah TKP konstruksi jembatan gantung setinggi 3 meter panjang 33 meter lebar 1.5 meter di atas Sungai Cileueur itu, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi termasuk siswa santri.
Diberitakan sebelumnya, puluhan santri Al Huda Turalak datang ke lokasi untuk membuat konten dengan swafoto di tengah jembatan gantung pada Jumat (25/3)2022) siang.
Namun belum sempat difoto, jembatan gantung miring dan diduga tali baja terputus tidak kuat menahan beban. Akibatnya, mereka terjatuh ke sungai. Beruntung para korban hanya mengalami cedera ringan.