Hulu Sungai Ciliwung Dianggap Penyebab Banjir, Petani Sebut Tak Ada Penebangan Hutan

Arif Budianto
Ilustrasi sungai meluap. (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id - Petani di kawasan hulu Sungai Ciliwung, atau 0 Km Ciliwung, Cisarua, Kabupaten Bogor memastikan saat ini tak ada lagi penebangan hutan di kawasan tersebut. Mereka mengklaim, saat ini proses konservasi terus dilakukan untuk memaksimalkan proses penyerapan air. 

"Dulu memang warga di sini mencari kayu sebagai penghasilan sampingan pekerja teh. Tapi sekarang sudah tidak ada. Kami pastikan sudah tidak ada penebangan hutan. Bahkan lahan yang sebelumnya gundul, sudah kami lakukan tanam kopi dan pohon hortikultura lainnya," kata  Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao Jumpono, Jumat (30/9/2022). 

Menurut dia, dari sekitar 600 hektare yang diberi keleluasaan untuk digarap, sekitar 409 hektare telah ditanami pohon kopi. Sementara sisanya sekitar 200 akan ditanami tanaman sekunder untuk kebutuhan pariwisata. Penamaan pohon kopi telah dimulai sejak tahun 2002 silam. Saat ini kawasan tersebut telah menghasilkan kopi dengan brand Cibulao. 

"Jadi kalau disebut kami selalu disebut penyebab banjir di hilir Ciliwung mungkin kurang tepat. Bisa jadi itu akibat kondisi lingkungan di tengah atau di hilirnya. Karena di sini konservasi terus kami lakukan. Bahkan sudah tidak ada lahan gundul lagi," kata dia. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warga Nagari Lasi Sumbar Tetapkan Sumpah Adat, Larang Tebang Pohon dan Berburu Burung

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Terbitkan Moratorium Larangan Penebangan Pohon di Jabar

57 tahun lalu

147 Pohon di Jalan Soekarno-Hatta Malang Akan Ditebang demi Proyek Drainase

57 tahun lalu

Tebang Pohon di Hutan Lindung, Pria di NTT Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

2 Pelaku Penebangan Liar Ditangkap Warga saat Angkut Kayu Sonokeling di Hutan Jati Bantul

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal