Harga Pupuk Nonsubsidi Mahal, Bupati Sukabumi dan Mentan Diminta Turun Tangan

Dharmawan Hadi
Petani di Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi memanen sayuran. Mereka saat ini terbebani dengan sulitnya pupuk subsidi dan mahalnya pupuk nonsubsidi. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)


Ketika sekarang menanam pakcoy pun, lanjut Dadan, para petani masih belum mendapatkan harga yang maksimal. Namun lebih stabil dibandingkan dengan harga caisim yang sering anjlok yang ditanam oleh petani Kebonpedes. Jika hal tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan para petani di Kebonpedes akan menjual lahannya dan beralih mencari profesi lain. 

"Jika hal tersebut terjadi, lahan pertanian akan semakin sedikit berubah menjadi lahan permukiman, dan jika terus merugi, profesi para petani juga semakin lama akan tergantikan dan kita tidak bisa mempertahankan ketahanan pangan jika petani dan lahan sudah tidak ada," ujar Dadan menambahkan. 

Untuk itu, ujar Dadan, perlu perhatian dari mulai pemerintah daerah hingga ke pemerintah pusat untuk sektor pertanian. Permasalahan yang sering terjadi adalah harga pupuk yang mahal dan terkadang langka. Selanjutnya bagaimana pemerintah dapat menstabilkan harga hasil pertanian agar tidak anjlok sehingga petani tidak merugi. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panen Tak Laku akibat Jalan Rusak, Petani Sayuran di Kaki Gunung Burangrang KBB Menjerit

57 tahun lalu

Musim Tanam Mundur akibat El Nino, Persediaan Pupuk di Sukabumi Melimpah

57 tahun lalu

Jamin Pasokan Pupuk di Yogyakarta Lancar, Petrokimia Kenalkan Aplikasi WMS 2CE

57 tahun lalu

Gegara Harga Anjlok, Petani Sukabumi Biarkan Tanaman Sawi 30 Hektare Membusuk 

57 tahun lalu

Pupuk Mahal, Harga Semangka di Aceh Merangkak Naik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal