Harga Pupuk Nonsubsidi Mahal, Bupati Sukabumi dan Mentan Diminta Turun Tangan

Dharmawan Hadi
Petani di Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi memanen sayuran. Mereka saat ini terbebani dengan sulitnya pupuk subsidi dan mahalnya pupuk nonsubsidi. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)

SUKABUMI, iNews.id - Para petani di Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan tingginya harga pupuk nonsubsidi dan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. Mereka meminta Pemkab Sukabumi untuk menyampaikan kepada Menteri Pertanian terkait keluhan tersebut.

Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandi mengatakan, sebagian besar masyarakatnya yang berpenghasilan dari pertanian merasa terbebani dengan naiknya harga pupuk nonsubsidi sekitar 50 persen. 

"Saat ini harga pupuk nonsubsidi merk Petrokimia naik dari harga Rp220.000 menjadi Rp350.000 per karung dengan berat 25 kilogram. Belum harga benih dan obat-obatan juga yang mahal membuat petani kami terbebani," ujar Dadan kepada MNC Portal Indonesia, Senin (15/8/2022). 

Untuk penggunaan pupuk subsidi, Dadan menyebutkan, para petani susah mendapatkan pupuk tersebut karena terkendala kebijakan dan kartu tani. Oleh karena itu sebagian besar petani di wilayah Kebonpedes menggunakan pupuk nonsubsidi untuk kebutuhan tanamannya. 

"Para petani saat ini beralih menanam pakcoy, karena sebelumnya ketika menanam caisim harganya anjlok hingga Rp200 per kilogram. Jangankan untung, untuk modalnya pun tidak tertutupi, hal tersebut salah satu faktornya disebabkan karena harga pupuk dan obat-obatan yang mahal," ujar Dadan.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panen Tak Laku akibat Jalan Rusak, Petani Sayuran di Kaki Gunung Burangrang KBB Menjerit

57 tahun lalu

Musim Tanam Mundur akibat El Nino, Persediaan Pupuk di Sukabumi Melimpah

57 tahun lalu

Jamin Pasokan Pupuk di Yogyakarta Lancar, Petrokimia Kenalkan Aplikasi WMS 2CE

57 tahun lalu

Gegara Harga Anjlok, Petani Sukabumi Biarkan Tanaman Sawi 30 Hektare Membusuk 

57 tahun lalu

Pupuk Mahal, Harga Semangka di Aceh Merangkak Naik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal