Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panen Tak Laku akibat Jalan Rusak, Petani Sayuran di Kaki Gunung Burangrang KBB Menjerit
Advertisement . Scroll to see content

Gegara Harga Anjlok, Petani Sukabumi Biarkan Tanaman Sawi 30 Hektare Membusuk 

Minggu, 24 Juli 2022 - 18:07:00 WIB
Gegara Harga Anjlok, Petani Sukabumi Biarkan Tanaman Sawi 30 Hektare Membusuk 
Para petani membiarkan tanaman sawi caisim membusuk di ladang karena kecewa dengan harga jual di pasaran yang anjok. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)
Advertisement . Scroll to see content

SUKABUMI, iNews.id - Petani sayuran di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, membiarkan tanamanannya membusuk. Mereka tak memanennya lantaran kecewa harga komoditas sayuran ini anjlok di pasaran.  

Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani mengatakan, petani sawi caisim di desanya itu, banyak yang kecewa oleh jatuhnya harga jual  tahun ini.

"Harganya turun jadi Rp200 per kilogram. Sebelumnya Rp4.000 sejak Idul Fitri 2022. Namun, mulai mengalami penurunan sekitar Juni berada di Rp2.000 per kilogram. Nah, sekarang harganya kembali turun hingga mencapai Rp200 per kilogram," ujar Dadan kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (24/7/2022).

Penurunan harga sawi caisim ini, sambung Dadan, karena dipengaruhi banyaknya pasokan sayuran dari berbagai daerah. Terlebih lagi, saat ini telah memasuki panen raya. Sehingga, pasokan sayuran jenis sawi caisim tersebut berlimpah di pasaran.

"Kerugian petani dinilai cukup besar, karena biaya panen pun bahkan tidak tertutupi oleh harga jual sawi caisim jika pasar hanya menerima Rp200 per kilogram," ujar Dadan menjelaskan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut