Guru Besar Faperta Unpad: Pupuk Organik Solusi atas Ketergantungan Subsidi

Agus Warsudi
Ilustrasi pupuk subsidi yang kini mahal dan jumlah produksinya terbatas. (Foto: Ist)

Prof Tualar berharap pemerintah  terus memfasilitasi dan mendorong petani agar mengembangkan pupuk organik. Terutama bagi petani-petani milenial yang identik dengan penggunaan terknologi digital dalam bertani.

"Jadi meningkatkan kapasitas petani harus dilakukan baik itu secara perorangan atau lewat kelompok tani. Saya juga berharap bisa ada sinergitas yang baik dari pertanian dan peternakan," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri PertanianSyahrul Yasin Limpo mendorong petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik atau buatan sendiri. Syahrul merasa kompos itu perlu karena banyak manfaatnya. Selain itu, jumlah pupuk subsidi yang diberikan pemerintah saat ini sangat terbatas.

“Belum lagi bahan baku pupuk seperti gugus fosfat kebanyakan didatangkan dari Ukraina dan Rusia akibat perang kedua belah pihak. Oleh karena itu, yang tidak disubsidi dengan pupuk harus segera membawa pupuk organik. Minimal setiap kabupaten harus menjadi percontohan dan tidak bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat,” kata Syahrul.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Petani di Semarang 23 Tahun Tak Gunakan Pupuk Subsidi Pilih Pakai Organik, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Mahasiswa UNY Sulap Limbah Kotoran Burung Puyuh Jadi Pupuk Organik

57 tahun lalu

Peternak Sapi di Bandung Diajak ke Sleman Belajar Produksi Pupuk Organik Padat

57 tahun lalu

Pemerintah Tarik Pupuk Subsidi, Petrokimia Perkuat Pertanian dengan One Day Promotion

57 tahun lalu

Ketua Kelompok Tani di Lobar Diduga Jual Pupuk Subsidi secara Online dengan Harga Tinggi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal