Guru Besar Faperta Unpad: Pupuk Organik Solusi atas Ketergantungan Subsidi

Agus Warsudi
Ilustrasi pupuk subsidi yang kini mahal dan jumlah produksinya terbatas. (Foto: Ist)

Ini terjadi lantaran harga bahan baku pupuk pun ikut merangkak naik sebagai imbas dari perang Rusia-Ukraina yang membuat harga pupuk global pun melonjak. "Dengan adanya perang ukraina ini kan membuat harga pupuk melambung," ujar Prof Tualar.

Prof Tualar menuturkan, untuk mengantisipasi kondisi pupuk subsidi yang terbatas dan mahal tersebut, petani disarankan menggunakan pupuk organik sebagai solusi bukan lagi sebatas alternatif. "Jadi, solusinya di sini, suka atau tidak suka, harus dilakukan, yakni membuat kemandirian pupuk di tingkat petani," ujar Prof Dr Tualar Simarmata.

"Pupuk yang harus kita gunakan berbasis organik,. Jadi harus kembali seperti dulu, pupuk organik bukan menjadi alternatif tapi harus menjadi pupuk utama. Petani kita di tahun 60 sampai 70 an kan menggunakan pupuk organik dan belum mengenal pupuk anorganik (kimia)," ucapnya.

Apalagi, ujar Prof Tualar, saat ini untuk mengolah pupuk organik sudah berbasis teknologi. Hal ini dapat memudahkan petani untuk memproduksi pupuk organik.

"Teknologi untuk membuat pupuk organik yang bagus kan sekarang sudah banyak. Seperti mengolah jerami padi untuk dijadikan pupuk organik. Jadi, hasil menanam padi bukan hanya beras tapi juga pupuk organik. Jangan seperti sekarang bahwa semuanya harus pupuk anorganik," ujar Prof Tualar.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Petani di Semarang 23 Tahun Tak Gunakan Pupuk Subsidi Pilih Pakai Organik, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Mahasiswa UNY Sulap Limbah Kotoran Burung Puyuh Jadi Pupuk Organik

57 tahun lalu

Peternak Sapi di Bandung Diajak ke Sleman Belajar Produksi Pupuk Organik Padat

57 tahun lalu

Pemerintah Tarik Pupuk Subsidi, Petrokimia Perkuat Pertanian dengan One Day Promotion

57 tahun lalu

Ketua Kelompok Tani di Lobar Diduga Jual Pupuk Subsidi secara Online dengan Harga Tinggi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal