Gubernur Jabar Ridwan Kamil Menangis di Sumur Doa Museum Tsunami Aceh 

Agung Bakti Sarasa
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meneteskan air mata di dalam Sumur Doa Museum Tsunami Aceh. (Foto/Agung Bakti Sarasa)

"Saya banyak meneteskan air mata dalam proses sketsanya, termasuk dalam proses presentasinya pun saya terbata-bata karena ratusan ribu nyawa melayang akibat tsunami Aceh," ungkapnya. 

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan bahwa proses penciptaan Museum Tsunami Aceh merupakan akumulasi dari memori yang terekam dari peristiwa tsunami yang terjadi 26 Desember 2004 silam itu. 

"Prosesnya (rancang bangun) sekitar sebulan, tapi proses pencarian cukup intens, mencari cara sederhana agar masyarakat bisa merasakan langsung peristiwa itu, seperti ketakutan, basah, gelap, dan lainnya," tuturnya. 

Disinggung filosofi Museum Tsumami Aceh, Kang Emil menerangkan museum ini merepresentasikan ketakutan, kesedihan, dan harapan. 

"Jadi setelah rasa takut yang ditandai lorong gelap dan gemiricik air di bagian pintu masuk, lalu kesedihan dengan adanya sumur doa, dan terakhir harapan dengan hadirnya lorong menuju atap bangunan," terangnya. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Air Mata Ridwan Kamil Menetes di Sumur Doa Museum Tsunami Aceh 

57 tahun lalu

Sambut Natal, Ridwan Kamil Bagikan Kredit Mesra untuk Jemaat Gereja

57 tahun lalu

Waduh, Ridwan Kamil Pastikan ASN Eselon IV Pemprov Jabar Dipangkas Januari 2022

57 tahun lalu

Perayaan Natal 2021, Ridwan Kamil: Negara Menjamin 1.000 Persen Aman

57 tahun lalu

Pemprov Jabar Hapus Eselon IV pada Awal Januari 2022, Ini Kata Ridwan Kamil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal