Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Klaim AS-Iran Sepakat Damai, Begini Respons Teheran
Advertisement . Scroll to see content

Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:33:00 WIB
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Iran membantah klaim Donald Trump yang menyebut para pejabat tinggi Teheran menghubunginya untuk meminta penghentian serangan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut para pejabat tinggi Teheran menghubunginya untuk meminta penghentian serangan militer AS. Seorang pejabat senior Iran menegaskan tidak ada komunikasi apa pun dengan Trump maupun pejabat AS lainnya di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, pejabat tersebut memastikan pemerintah Iran saat ini hanya fokus mempertahankan diri dari serangan serta mempersiapkan pembalasan terhadap AS. Dia menegaskan klaim Trump mengenai adanya permohonan dari pejabat Iran untuk menghentikan pemboman tidak benar.

“Tak ada komunikasi apa pun dengan Trump maupun pejabat AS lainnya saat ini,” kata pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa prioritas Iran adalah membela negara dan menyiapkan respons terhadap serangan militer Amerika.

Sebelumnya, Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Presiden AS itu menegaskan militernya akan kembali menyerang Iran pada Kamis (11/6/2026) jika Teheran tetap menolak menandatangani kesepakatan damai berdasarkan proposal yang diajukan para negosiator Washington.

Dikutip dari Fox News, Trump menggunakan nada keras saat memperbarui ancamannya. Dia juga mengklaim sebanyak 49 rudal Tomahawk digunakan dalam serangan terbaru terhadap target-target di Iran pada Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut