Kerumunan Massa Jadi Penyebab Kota Bandung Zona Merah Lagi

Agus Warsudi
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

Faktor aksi unjuk rasa di Kota Bandung, tutur Sekda, juga menjadi penyebab kasus Covid-19 tak kunjung turun. "Ekses dari banyaknya unras (unjuk rasa) satu bulan lalu serta perjalanan dinas tamu luar yang beraktivitas di Kota Bandung," tutur Sekda.

Terkait perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) Kota Bandung ke luar kota, Ema mengatakan, Pemkot Bandung akan melakukan kajian dan tindakan penanganan agar kasus Covid-19 bisa ditekan.

Ema berharap pegawai Pemkot Bandung bisa melakukan beberapa kegiatan secara daring. "Dalam waktu dekat akan diusulkan untuk dilakukan evaluasi kepada Pimpinan ( Pak Walikota dan Pak Wakil Walikota ) melalui forum rapat terbatas," kata Ema.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, ujar dia, sudah menyampaikan kepada Pemkot Bandung soal perubahan level kewaspadaan menjadi zona merah. Karena itu, masyarakat diharapkan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.

"PSBB kebijakannya ada di wali kota. Kita tunggu kebijakan wali kota. ratas (rapat terbatas) kami belum tahu (kapan digelar). Zona merah ada konsekuensi, perwalnya belum direvisi," ujar Sekda.

Sementara itu, berdasarkan data dari laman Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung per Senin(30/11/2020), total pasien positif Covid-19 mencapai 3.560 orang dengan kasus pasien aktif sebanyak 759. Kasus penambahan pasien virus Corona ini mengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Wali Kota Oded Instruksikan Ini

57 tahun lalu

Cegah Covid-19 saat Libur Panjang, Wali Kota Bandung: Apabila Ada yang Melanggar, Tutup!

57 tahun lalu

Wali Kota Bandung Dukung Libur Dipangkas agar Tak Ada Eksodus ke Bandung

57 tahun lalu

Penertiban Kabel Semrawut di Bandung, Lebih dari 4.000 Pengguna Internet Terdampak

57 tahun lalu

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Bandung Naik, Kesehatan Mental Jadi Perhatian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal