"Itu yang menjadi dasar, 30 tahun lalu, tahun 1985, dua ilmuwan dari Prancis yang dapat Nobel, Dugenoy dan Mayor menginisiasi satu topik untuk riset yang intinya mencari planet. Planet dulu yang dicari," ujar Hakim.
Kemudian, Dugenoy dan Mayer berhasil mendapatkan planet pertama ekstrasolar di luar tata surya, Bintang 51 Pegasi. Temuan ini mendorong ilmuwan-ilmuwan astronomi lain di seluruh dunia mencari planet lain di luar tata surya kita dengan berbagai metode.
"Seperti yang disinggung di Lapan (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional) disebut dengan metode transit, ya. Seperti itu. Tapi sebetulnya ada metode lain di samping itu," tutur dia.
Jadi sebetulnya, survei tentang keberadaan planet lain yang dimungkinkan dihuni makhluk hidup yang dilakukan astronom sudah mendapatkan sekitar 4.000-5.000 planet extrasolar system atau planet di luar tata surya.
"Mungkin dari sekitar 4.000-5.000 planet ektrasolar itu, sekitar 1 persen sudah dikaji dan merupakan planet-planet yang ada di hibitable zone (wilayah laik huni makhluk hidup)," ungkap Hakim.