Habitable zone itu, kata Hakim, planet yang dimana memungkinkan ada habitat kehidupan. Misalnya, planet yang memiliki jarak sama seperti Bumi dengan matahari. Kemudian memiliki air dan atmosfer.
Kehidupan itu, ujar dia, tidak bisa diartikan seperti kehidupan sesempurna manusia. Manusia adalah salah satu bentuk kehidupan yang paling sempurna. Karena unsur kimia yang sangat lengkap.
"Tapi dari definisi ilmiah, kehidupan itu bisa dimulai dari virus, bakteri, makhluk-makhluk bersel tunggal yang menandakan kehidupan. Nah untuk menelaah kehadiran kehidupan semacam itu secara astronomi sangat bisa. Jadi secara ilmiah, Lapan, tujuan akhirnya adalah mencoba mencari dan mengidenfikasi adanya kehidupan di extrasolar planet, melalui instrumen yang mereka beli," ujar dia.
Sebenarnya, program mencari kehidupan lain di luar tata surya bukan proyek Lapan, tetapi nasional. Namun Lapan sebagai leading sector proyek ini.
Jika dikaitkan apakah layak dengan anggaran Rp340 miliar melakukan proyek itu, menurut Hakim, sangat layak. Sebab teleskop yang akan dibeli berukuran diameter besar, 3,8 meter yang ditempatkan di Obeservatorium Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).