Penyelidikan terkait HM dan informasi transaksi narkoba dalam jumlah besar itu, tutur eks Kepala Bareskrim Polri itu, semakin intensif dilakukan. Hasilnya, HM diketahui melakukan penyelundupan bersama HH. Mereka sering mengedarkan sabu di Pangandaran. HM dan HH menerima narkotika tersebut melalui jalur laut.
"Lalu didapat informasi bahwa saudara HM akan menerima narkotika jenis sabu lewat perahu nelayan di wilayah Pantai Madasari, Kabupaten Pangandaran," tutur Kapolri.
Berdasarkan informasi tersebut, kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo, personel Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Jabar menangkap HM pada Rabu 16 Maret 2022 saat hendak memindahkan sabu yang disimpan di dalam karung ke mobil.
Total terdapat 1.196 kilogram (kg) atau 1,2 sabu yang berhasil diamankan oleh polisi dalam kasus itu. Selain HM dan HH, polisi juga menangkap MH, AH, dan NS. Namun NS belakangan belum terbukti terlibat dalam sindikat narkoba internasional tersebut.
"Saat perahu HM berlabuh di Pantai Madasari, dilakukan penyergapan. Saat itu HM memindahkan 66 karung berisi sabu ke mobil yang sudah menunggu di Pantai Madasari," ucap Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Akibat perbuatan, lima tersangka, SA, HM, HH, MH, dan AH, disangkakan melanggar Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 115 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam pidana hukuman mati, seumur hidup atau penjara seumur hidup.