AKBP Aldi Subartono menyatakaan, berdasarkan laporan yang diterima, sedikit ada 1.195 jiwa dari 407 KK terdampak banjir. Dari jumlah tersebut ada 50 balita. "Mereka sudah dievakuasi ke tenda pengungsian dan ditangani tim kesehatan," ujar AKBP Aldi Subartono.
Kapolres Karawang menuturkan, polisi bersama unsur TNI membantu Pemkab Karawang dalam menangani banjir di Desa Karangligar. Petugas juga mengecek lokasi bencana dan menyisir warga yang masih terjebak banjir. "Kami menggunakan perahu karet untuk memastikan warga sudah dievakuasi semua," tuturnya.
Selama warga dievakuasi ke pengungsian, kata AKBP Aldi Subartono, polisi akan menjaga rumah-rumah mereka. Polisi memastikan jiwa dan barang berharga milik warga aman. "Kami akan menjaga rumah warga dari gangguan kamtibmas," ucap AKBP Aldi Subartono.
Diberitakan sebelumnya, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Minggu (4/12/22) hingga Senin (5/12) pagi. Akibat bencana itu, 698 warga di dua desa itu terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Karawang Yasin Nasrudin mengatakan, banjir terjadi di Desa Karangligar dan Desa Mekarmulya Kecamatan Telukjambe Barat. Banjir mulai terjadi sejak Minggu (4/12/2022) pukul 14.25 WIB akibat luapan air sungai kiriman dari Bandung dan Bogor.
"Pertemuan Sungai Cibeet dengan Citarum membuat air meluap ke Desa Karangligar. Sedangkan pertemuan antara Sungai Cibeet dan Darawolong mengakibatkan air merendam Desa Mekarmulya. Hingga pagi ini air masih terus meninggi," kata Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Senin (5/12/22).