Astaga, 9 Santriwati Diduga Dilecehkan Oknum Ustaz Pesantren di Tasikmalaya Selatan

Asep Juhariyono
Ilustrasi anak korban pelecehan seksual. (Foto: istimewa/ilustrasi)

Menurut Ato, motif aksi pencabulan kepada santriwati ini hampir sama dengan kasus asusila di Kota Bandung yang menimpa belasan murid perempuan yang berusia antara 13 sampai 17 tahun. 

“Yang baru lapor ke polisi dua korban. Semua korbannya ada sembilan orang. Kami sudah mendampingi (korban) saat melapor ke Polres Tasikmalaya lima hari lalu. Pelakunya ini oknum (guru atau ustaz) ya di lembaga (pesantren) tersebut,” kata dia. 

Ato menuturkan, sebelum mendampingi para korban melapor ke polisi, KPAID Kabupaten Tasikmalaya juga telah mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi atau keterangan para korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh gurunya. 

“KPAID akan terus mendampingi para korban dugaan pelecehan seksual ini. Kami juga akan terus memberikan trauma healing dan menjaga dampak psikologis dan sosial para korban,” ujarnya. 

Ato menuturkan, menurut pengakuan para korban, mereka diduga dicabuli di lokasi pendidikan dengan modus pengobatan. Santriwati yang sakit diberi air minum kemudian terjadi perbuatan tak senonoh. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Pemerkosaan Santriwati di Bandung, Psikiater: Korban Alami Dampak Berkepanjangan

57 tahun lalu

Mencengangkan, Fakta Baru Kasus Santriwati Jadi Korban Pemerkosaan Ustaz di Bandung

57 tahun lalu

Ini Alasan Logis Kasus Pemerkosaan Santriwati di Bandung Harus Dipublikasikan

57 tahun lalu

Awal Mula Pemerkosaan Santriwati di Bandung Terbongkar, Korban Pulang sedang Hamil

57 tahun lalu

Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Pesantren Bandung Jadi Anak Angkat Dedi Mulyadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal