Ade Yasin Sebut Anak Buah Diduga Inisiatif Sendiri Suap Auditor BPK Jabar demi WTP

Agus Warsudi
Bupati Bogor non-aktif Ade Yasin. (FOTO: ANTARA)

Dina menyatakan, dakwaan JPU KPK tidak sesuai fakta yang terjadi. Soal sumber uang suap pun, JPU tidak menerangkan dengan gamblang dalam dakwaan.

"Soal nilai suap kepada BPK adalah Rp1,9 miliar itu sebenarnya tidak jelas. Perhitungannya dari mana? Sumber dari mana? Dari mana BPK menerimanya? Apakah dari Ihsan semua?" ujar Dina Lara.

Berdasarkan BAP, tutur Dina,  tim BPK memperoleh uang tidak hanya dari Ihsan. Suap juga datang dari penyedia jasa atau ASN lain. Sebab, para penyedia jasa dan ASN merasa diperas dan ketakutan setiap mendengar nama BPK. 

"Kami ada dugaan (uang suap) untuk kepentingan pribadi (Ihsan Ayatullah) karena salah satu contoh BAP (terdakwa) Hendra dari tim pemeriksa BPK, ada satu ASN yang berjanji memberikan uang kepada dia (Hendra), ternyata dia (Hendra) belum terima. Padahal dia (ASN) sudah menyerahkannya ke Ihsan," tuturnya.

Atas dasar itu, Dina menduga, soal pemberian jumlah uang suap tidak ada kesepakatan. Dengan demikian, Ade Yasin tidak ada memberikan arahan soal suap.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perkara Suap Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin, Setoran Uang Diberi Kode Fotokopian

57 tahun lalu

Demi Predikat WTP, Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Suap Pegawai BPK Jabar Rp1,9 Miliar

57 tahun lalu

JPU KPK Limpahkan Berkas Dakwaan Kasus Suap Auditor BPK, Ade Yasin Segera Disidang

57 tahun lalu

Berkas Penyidikan Selesai, Bupati Bogor Nonaktif Ade Yasin Segera Diseret ke Pengadilan

57 tahun lalu

Bupati Nonaktif Bogor Ade Yasin Segera Disidang Kasus Suap BPK Jabar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal