Saat ini, enam kepala keluarga yang terdiri dari 15 jiwa mengungsi ke kantor milik perkebunan teh untuk sementara waktu, sambil menunggu bantuan pembangunan kembali rumah mereka yang terbakar. "Pemilik yang rumahnya terbakar saat ini ditampung di kantor perkebunan," ujarnya.
Sementara, warga yang rumahnya terbakar, berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah karena tidak ada selembar baju apalagi barang berharga yang berhasil diselamatkan. Karena saat datang ke lokasi api sudah besar membakar seluruh bangunan.
"Harapan kami mendapatkan bantuan dari pemerintah, kalau pembangunan rumah mungkin dari perusahaan. Saat ini hanya pakaian yang kami pakai harta kami satu-satunya. Kami tidak tahu dari mana asal api, kami tahu api sudah membesar dan membakar rumah kami," kata salah satu korban, Saepul.
Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan, mengatakan, pihaknya baru mendapat laporan terkait terbakarnya enam rumah di perkebunan teh di Kecamatan Campaka, diduga akibat arus pendek listrik. Namun pihaknya telah mengirim petugas ke lokasi untuk membawa bantuan logistik bagi korban kebakaran.
"Kami masih menunggu data dari petugas di lapangan, apa saja yang dibutuhkan korban kebakaran yang saat ini mengungsi di kantor perkebunan. Kita akan mengajukan bantuan lainnya ke dinas terkait guna membantu meringankan beban korban kebakaran," katanya.