Isukna bangkong nalian suku beurit beulah hareup. Tungtung tali nu sabeulahna deui ditalikeun kana sukuna beulah tukang. Geus kitu gajlok bangkong ka wahangan atuh beurit kagugusur.
Ti dinya mah soloyong we bangkong ngojay ka tengah wahangan. Puguh we bangkong beurateun biasana ngojay sorangan ari harita kudu meuntaskeun beurit. Ahirna beurit mati di tengah wahangan.
Terjemahan:
Dongeng ini menceritakan tentang kesedihan keluarga burung puyuh yang kehilangan anaknya. Ternyata sang anak dimakan oleh tikus yang kejam.
Burung puyuh menceritakan kesedihannya itu kepada burung elang. Mendengar cerita sedih puyuh, elang pun bersedia membantu memberi pelajaran kepada tikus.
Setiap saat, burung elang mengincar tikus keluar dari sarangnya. Karena merasa bersalah, tikus pun ketakutan. Karena tidak tahan, dia akhirnya berlari ke tepi kali. Tiba-tiba, kodok hijau melompat ke hadapannya.
Tikus sangat terkejut. Keterkejutan tikus membuat kodong melontarkan kata-kata menyindir. Akhirnya tikus meminta bantuan kodok untuk menyeberangi kali. Sang kodok bersedia membantu. Dia mengikat kaki depan tikus dan berenang melintasi sungai.
Karena berat, kodok melepaskan tali. Akibatnya, tikus pun mati di tengah sungai.
Demikian lima contoh dongeng Sunda pendek. Semoga bermanfaat.