Sementara kejadian kedua menimpa kakaknya, RPF (9), yang juga disiram cairan diduga air keras setelah pulang bermain sepak bola.
AKP Tanwin mengungkapkan, kedua korban mengalami luka berat akibat insiden tersebut. Salah satu korban bahkan mengalami dampak permanen pada bagian tubuhnya.
“Kondisi anak mengalami luka permanen di mata sebelah kiri dan belakang. Untuk korban dua orang kakak adik,” katanya.
Saat ini kedua korban telah mendapatkan perawatan medis serta perlindungan di rumah aman yang dikelola Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sumedang.
Polisi masih menyelidiki intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik belum menutup kemungkinan adanya keterlibatan orang terdekat korban.