Para ilmuwan memang belum dapat menumbuhkan virus corona di aerosol dalam penelitian di laboratorium, namunibukan berarti tidak infektif.
Sebagian besar sampel yang diambil dalam percobaan berasal dari ruang rumah sakit dengan aliran udara baik.
Di sebagian besar bangunan, kata Marr, pertukaran udara biasanya jauh lebih rendah, sehingga memungkinkan virus menumpuk dan menimbulkan risiko infeksi lebih besar.
Ahli epidemologi Sekolah Kesehatan Masyarakat TH Chan, Harvard, Bill Honage punya pandangan lebih ekstrem soal penularan melalui udara.
"Kami memiliki anggapan bahwa transmisi melalui udara berarti percikan yang mengambang di udara yang dapat menginfeksi Anda berjam-jam kemudian, melayang di jalanan, melalui kotak surat dan menemukan jalan ke rumah di mana-mana," kata Hanage.
Namun kebanyakan ahli berpandangan virus corona yang menular melalui udara tidak bepergian jauh melainkan dalam kontak yang berkepanjangan dan jarak dekat, terutama di dalam ruangan.