Menurut Cok Ace, sampai saat ini masih ada sejumlah wisatawan yang melakukan booking hotel di bulan Juni hingga Juli, karena mereka optimis pandemi ini akan berakhir. “Bookingan masih ada, dan ini membuktikan bahwa pasar masih optimis, tetapi kita akan melihat perkembangan selanjutnya,” kata Cok Ace yang masih menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali ini.
Melihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali dari sektor pariwisata di atas 60 persen, membuat kerugian di sektor ini sangat tinggi, dibanding sektor lain. “Jika dihitung dari rata-rata jumlah kunjungan wisatawan per hari, dikalikan dengan lama tinggal, dan uang yang dibelanjakan, Bali kehilangan transaksi di dunia pariwisata mencapai Rp9,7 triliun per bulan,” kata Wakil Gubernur Bali.
Di tengah terpuruknya sektor pariwista, masih ada para pelaku pariwisata yang memiliki ide kreatif dengan menjalankan pekerjaan lain di masa pandemi seperti usaha kuliner, perkebunan hingga usaha tani.
Wagub Bali Cok Ace optimistis dengan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 65 persen, Bali dapat segera terbebas dari Covid-19 ini. “Jika di akhir Mei, Bali tidak ada penambahan pasien positif Covid menjadi zero, maksimal enam bulan ke depan, pemerintah akan melakukan usaha maksimal untuk recovery pariwisata,” ucap Cok Ace.
Dia juga meminta masyarakat dapat bekerjasama, tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat, dengan selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, guna memutus rantai penyebaran Covid-19.