Mekare-kare, Tradisi Asal Karangasem Bali yang Tetap Terjaga Sampai Saat Ini

Inas Rifqia Lainufar
Makare-kare merupakan tradisi asal Kabupaten Karangasem, Bali (Foto:Kemendikbud)

JAKARTA, iNews.id -Makare-kare merupakan tradisi asal Kabupaten Karangasem, Bali. Tradisi tersebut tetap terjaga sampai saat ini di Desa Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis.

Makare-kare juga disebut Perang Pandan karena tradisi ini berupa peperangan antar warga dengan menggunakan senjata yang terbuat dari pandan. Walaupun membuat dua orang pria saling menyerang, tradisi ini dilakukan dengan gembira dan sukarela.

Adapun tujuan, makna, hingga pelaksanaan tradisi Makare-kare adalah sebagai berikut. 

1.Makna dan tujuan Mekare-kare

Dilansir dari situs Kemdikbud, Senin (27/2/2023), Makare-kare merupakan bagian dari tradisi Sasih Sembah. Sasih Sembah sendiri adalah tradisi keagamaan terbesar di yang ada di Desa Tenganan Dauh Tukad.

Tujuan dari pelaksanaan Makare-kare ini adalah sebagai persembahan untuk Dewa Indra. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Dewa Indra merupakan dewa perang yang bertempur melawan Maya Denawa, seorang raja keturunan raksasa yang bersikap semena-mena.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengenal Mepamit, Tradisi Bali Pamitan Sebelum ke Jenjang Pernikahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal