Mekare-kare, Tradisi Asal Karangasem Bali yang Tetap Terjaga Sampai Saat Ini

Inas Rifqia Lainufar
Makare-kare merupakan tradisi asal Kabupaten Karangasem, Bali (Foto:Kemendikbud)

Selama mereka berperang, gamelan akan ditabuh dengan tempo yang cepat. Jika sudah melebihi batas waktu yang ditentukan, tokoh adat akan memisahkan keduanya dan peperangan sudah selesai. 

Korban yang tertancap duri akan diobati menggunakan daun sirih dan kunyit. Kemudian, peserta lain akan melakukan hal yang sama sampai acara selesai digelar. 

Tradisi Makare-kare ini lalu diakhiri dengan sembahyang di pura. Dalam acara tersebut, terdapat persembahan tari Rejan. 

3.Waktu dan tempat

Tradisi Makare-kare dilakukan selama dua hari pada bulan ke-5 kalender Bali. Biasanya, acara ini akan digelar di bulan Juni.

Warga desa dan peserta akan berkumpul di depan balai desa. Selanjutnya, mereka akan memulai Makare-kare pada jam 2 siang.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengenal Mepamit, Tradisi Bali Pamitan Sebelum ke Jenjang Pernikahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal