Selama mereka berperang, gamelan akan ditabuh dengan tempo yang cepat. Jika sudah melebihi batas waktu yang ditentukan, tokoh adat akan memisahkan keduanya dan peperangan sudah selesai.
Korban yang tertancap duri akan diobati menggunakan daun sirih dan kunyit. Kemudian, peserta lain akan melakukan hal yang sama sampai acara selesai digelar.
Tradisi Makare-kare ini lalu diakhiri dengan sembahyang di pura. Dalam acara tersebut, terdapat persembahan tari Rejan.
Tradisi Makare-kare dilakukan selama dua hari pada bulan ke-5 kalender Bali. Biasanya, acara ini akan digelar di bulan Juni.
Warga desa dan peserta akan berkumpul di depan balai desa. Selanjutnya, mereka akan memulai Makare-kare pada jam 2 siang.