Dalam pelaksanaannya, Makare-kare biasa dilaksanakan oleh para pria, baik yang masih remaja atau dewasa. Para pria tersebut akan bertelanjang dada dan mengenakan sarung atau kamen, selendang, serta ikat kepala atau udeng dengan membawa senjata di dua tangannya.
Senjata di tangan kanan terbuat dari pandan yang diikat membentuk sebuah gada. Sedangkan di tangan kiri akan memegang perisai dari rotan.
Sebelum melaksanakan Makare-kare, warga desa akan mengelilingi desa untuk memohon keselamatan. Selanjutnya, para peserta akan naik ke atas panggung dan saling berhadapan satu lawan satu.
Mereka akan saling menuangkan tuak yang ada di bambu ke dalam daun pisang yang dibentuk menyerupai gelas milik lawan. Para peserta pun bersama-sama meminum tuak tersebut.
Selanjutnya, tokoh adat akan memberikan aba-aba untuk memulai Makare-kare. Pada waktu itu, para peserta akan saling berpelukan sambil memukul punggung lawan menggunakan senjata selama kurang lebih satu menit.