DENPASAR, iNews.id - Ratusan pekerja migran yang mayoritas Anak Buah Kapal (ABK) akan dipulangkan melalui Bali dan menjalani karantina di tempat yang telah disiapkan. Warga diminta bisa memahami keputusan tersebut.
"Mereka adalah anak-anak kita, penyelamat ekonomi kita, dan mereka orang baik-baik. Tidak bijak kalau kita menolak mereka, karena mereka bukan penyakit," kata Ketua Satgas Covid-19, Dewa Made Indra di Denpasar, Kamis (2/4/2020) malam.
Pernyataan Dewa Made Indra ini untuk menjawab penolakan yang disampaikan warga Desa Samsam di Kabupaten Tabanan yang menolak wilayahnya dijadikan salah satu lokasi karantina pekerja migran.
Satgas Covid-19 Bali sebelumnya telah memutuskan empat lokasi karantina bagi ratusan pekerja migran. Empat lokasi itu yakni Gedung Diklat BPSDM Bali di Kota Denpasar, Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Tangtu di Denpasar, BLPP Sesetan di Kota Denpasar, dan Politeknik Angkutan Darat Bali (Poltrada) di Desa Samsam, Kabupaten Tabanan.
Namun, lokasi Poltrada Desa Samsam ditolak warga setempat. Penolakan itu dinyatakan warga dengan spanduk yang bertuliskan pernyataan, "Kami Masyarakat Desa Samsam, Menolak Tegas Wilayah Kami Dijadikan Tempat Karantina COVID-19."