Sesampainya di sana, Manik Angkeran membunyikan bel. Dia merasa takut dengan rupa Naga Besukih. Sadar akan niatnya, Naga Besukih berkata, “Aku akan memberimu harta, tetapi kamu harus berjanji untuk tidak bertaruh lagi. Ingat hukum karma.”
Namun, Manik Angkeran merasa takjub dengan semua harta karun itu. Dia berniat jahat untuk mendapatkan lebih banyak harta. Manik Angkeran menebas ekor naga dan segera melarikan diri.
Naga Besukih marah. Dia menjilat kaki Manik Angkeran hingga terbakar.
Sidi Mantra yang mengetahui kematian putranya sangat sedih. Dia memohon kepada Naga Besukih agar putranya hidup kembali. Naga Besukih mengabulkan permohonan itu dengan syarat Sidi Mantra memulihkan ekornya.
Kekuatan Sidi Mantra mampu mengembalikan ekor naga. Sesuai perjanjian, Naga Besukih menghidupkan kembali Manik Angkeran. Pemuda itu segera meminta maaf dan sangat menyesal. Dia berjanji tidak mengulanginya kembali.
Sidi Mantra tahu anaknya telah berada di jalan yang benar, namun dia tidak bisa tinggal bersama Manik Angkeran lagi. “Sekarang kamu harus memulai hidup yang baru,” kata Sidi Mantra.