Manik Angkeran bahkan meminjam uang untuk berjudi. Utang tak terbayar, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya.
Sidi Mantra bertapa meminta bantuan para dewa. Suatu ketika terdengar suara, “Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga Naga Besukih. Pergilah ke sana dan minta naga itu untuk memberikan sebagian hartanya.”
Sidi Mantra pergi ke kawah Gunung Agung dan memanggil Naga Besukih. Melihat Sidi Mantra, naga itu menggeliat dan mengeluarkan emas berlian dari sisiknya. Sidi Mantra mengucapkan terima kasih dan undur diri.
Setelah mendapatkan harta itu, Sidi Mantra memberikannya kepada Manik Angkeran dan berharap tidak digunakan untuk berjudi lagi. Nyatanya, Manik Angkeran menghabiskan semua harta dan kembali meminta bantuan. Ayahnya merasa kecewa dan menolak permintaan itu.
Manik Angkeran tidak putus asa dan mencari tahu bagaimana ayahnya mendapatkan harta itu. Akhirnya dia berangkat ke kawah Gunung Agung dengan bel yang dicuri dari ayahnya.