“Prosesi ini sesuai dengan kepercayaan adat. Jika ada orang meninggal dengan cara tak wajar, tidak boleh diinapkan dalam rumah duka dan harus segera dibuatkan pengabenan, atau bisa juga ritual mekinsan ring geni dengan menambahkan banten penebusan sebagai sarana upacara,” kata Kelian Adat Banjar Dinas Sandakan, Ida Bagus Manuaba, Kamis (22/2/2018).
Sementara itu, ayah ketiga bocah yang tewas itu yakni Putu Moh Diana masih belum bisa dimintai keterangannya. Begitupun dengan keluarga besar dan kerabat dekat yang masih memilih bungkam dengan alasan dalam suasana berduka.
Ibu korban yang menjadi terduga pelaku dikabarkan sudah sadar setelah melewati masa kritis akibat percobaan bunuh diri yang gagal. Meski sudah sadar, namun Ni Luh Putu Septyan Parmadani (33) yang merupakan seorang guru PNS di salah satu sekolah dasar (SD) di Badung, Bali, masih belum dapat diajak berkomunikasi. Polisi pun telah membentuk tim khusus untuk mengungkap tabir misteri penyebab terduka pelaku tega menghabisi nyawa ketiga anak kandungnya tersebut.