GIANYAR, iNews.id - Kematian tragis tiga bocah kakak beradik yang diduga diracun ibu kandungnya, menyisakan cerita pilu bagi keluarga besar Putu Moh Diana, yang merupakan suami dari pelaku. Apalagi, pihak kerabat dan keluarga besar tidak pernah mendengar maupun melihat adanya pertengkaran besar di antara pasangan suami istri tersebut. Keberadaan suami yang diduga menjadi penyebab pelaku tega meracuni tiga orang buah hatinya itu, hingga kini masih misterius.
Begitu mendengar adanya kabar duka tersebut, sebagian keluarga besar Putu Moh Diana, terlihat berkumpul di rumah duka yang terletak di Banjar Sandakan, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.
Salah seorang kerabat sekaligus Klian Banjar Dinas Sandakan, Ketut Sujana menuturkan, rumah tangga pasangan suami istri, Putu Moh Diana dan Luh Putu Septyani Parmadani selama ini terlihat harmonis dan tidak pernah ada masalah yang menyebabkan terjadinya pertengkaran hebat.
Kalaupun ada perbedaan pendapat dan pertengkaran-pertengkaran kecil di antara keduanya, hal tersebut dianggap wajar sebagai perjalanan suatu rumah tangga. Selama tujuh tahun menjalani bahtera rumah tangga, keduanya terlihat rukun hingga dikaruniai tiga orang anak.
Keseharian Putu Moh Diana yang berprofesi sebagai karyawan swasta di Kawasan Wisata Seminyak-Badung, dan Putu Septyani yang sehari-harinya bertugas sebagai guru di SD Negeri 4 Sulangai juga tidak ada keganjilan, sehingga keluarga maupun kerabat kaget sekaligus tidak menyangka akan mendapat musibah seperti ini.