Pada momen tertentu, para pemuda dan pemudi saling mendekat dan mulai melakukan aksi ciuman atau pelukan secara ringan. dalam konteks budaya Bali, Omed-omedan dianggap sebagai ekspresi rasa kebersamaan, persahabatan, dan kegembiraan. Tradisi ini juga diyakini membawa berkah dan keberuntungan bagi para peserta.
Mekotek adalah sebuah tradisi yang berasal dari Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Tradisi ini terutama dikenal melalui perayaan Mekotekan yang biasanya diadakan pada bulan April atau Mei setiap tahunnya.
Mekotek adalah sebuah ritual sekelompok pemuda desa bekerja sama untuk menumpuk batang pohon palem atau bambu yang panjangnya bisa mencapai 25 meter atau lebih. Batang-batang pohon tersebut kemudian diatur sedemikian rupa sehingga membentuk menara yang tinggi dan kokoh.
Prosesi ini digelar dengan tujuan tolak Bala untuk melindungi dari serangan penyakit dan juga memohon keselamatan.
Atraksi ini dikenal juga dengan perang rotan. Dua orang laki-laki berhadap-hadapan dan saling serang dengan sebatang rotan sepanjang 1,5-2 meter kemudian tangan satunya memegang tameng untuk menangkis serangan lawan.