Pada hari upacara, masyarakat Hindu Bali berkumpul di tempat-tempat suci yang telah ditentukan. Mereka membawa patung-patung dewa dan alat-alat upacara lainnya dari kuil ke tempat pelaksanaan upacara. Selama prosesi, patung-patung dewa dibawa ke pantai atau sumber air suci, diiringi dengan nyanyian, tarian, dan musik tradisional.
Tujuan utama dari upacara Melasti adalah untuk menyucikan diri dan segala sesuatu yang dianggap suci dalam agama Hindu Bali. Upacara ini juga dilakukan untuk membersihkan benda-benda suci dari kuil dan menghormati dewa-dewa Hindu.
Perang Pandan juga dikenal sebagai Mekare-kare atau Ngerebeg adalah sebuah tradisi unik yang berasal dari Desa Tenganan. Tradisi ini adalah bentuk perayaan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Bali Aga, yang merupakan kelompok etnis asli 5. Bali sebelum kedatangan budaya Hindu di pulau ini.
Dalam tradisi ini, para pria dari desa tersebut akan bertarung satu lawan satu dengan menggunakan daun pandan yang telah dikeringkan dan dilipat menjadi senjata. Daun pandan ini keras dan berduri, sehingga dapat menyebabkan luka dan goresan pada tubuh.
Tujuan dari Perang Pandan ini bukanlah untuk melukai atau membunuh lawan, melainkan sebagai bagian dari ritual keagamaan untuk menghormati Dewa Indra, dewa perang dalam agama Hindu.