Upacara Saraswati ini dirayakan untuk menghormati Dewi Saraswati, yang dianggap sebagai dewi ilmu pengetahuan, seni, dan musik dalam agama Hindu yang dilakukan setiap 210 hari sekali sesuai kalender Bali pada hari Sabtu Umanis Watugunung.
Masyarakat Bali melakukan upacara di pura. Altar atau tempat suci didekorasi dengan indah, diberi penjor (hiasan bambu) dan ditempatkan dengan persembahan berupa bunga, buah-buahan, makanan, dan alat-alat ilmu pengetahuan.
Upacara Saraswati tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga memiliki makna filosofis. Ini adalah saat yang tepat bagi orang-orang Bali untuk merenungkan nilai-nilai ilmu pengetahuan, seni, dan musik dalam kehidupan mereka serta untuk merayakan kemajuan intelektual dan spiritual.
Omed-omedan adalah ritual saling peluk dan tarik-menarik secara bergantian antara dua kelompok muda-mudi yang rutin diadakan setiap tahun pada hari pertama setelah Nyepi.
Tradisi Omed-omedan melibatkan interaksi sosial antara pemuda dan pemudi di desa tersebut. Mereka berkumpul di jalan-jalan desa dan membentuk dua kelompok yang berhadapan satu sama lain.