"Kami sisir ke sekolah-sekolah, baik itu pemula maupun yang sudah wajib KTP 17 tahun. Contohnya saja data di SMK 1 Tempilang ada 200 orang yang harus kami rekam termasuk pemula dan yang usia 17 tahun ada 51 orang. Ini saya ambil sampel, belum lagi di daerah lain," ucapnya.
Asrin menyampaikan pihaknya masih akan melakukan perekaman e-KTP ke sejumlah sekolah yang ada di Bangka Barat.
"Kita sudah sisir sejak 2-3 minggu lalu, dari sekitar 23 sekolah, sekarang ini sudah 18 tinggal empat lagi," tuturnya.