Pedagang Ngeluh Penjualan Mobil Bekas Online Lesu

Riyandy Aristyo
Penjualan mobil bekas sulit meraih konsumen dengan menggunakan sistem online atau e-commerce. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Aktivitas jual beli mobil secara online menjadi pilihan di masa pandemi Covid-19 untuk mengurangi interaksi. Sayang, strategi ini tak berlaku pada penjualan mobil bekas.

"Kami sudah mencoba strategi menjual mobil (bekas) secara online. Namun, hasilnya masih jauh dari harapan," ujar pebisnis mobil bekas Carsell Cinere, Budi Subandono, saat dihubungi iNews.id, Kamis (25/6/2020).

Menurut Budi, menjual mobil bekas atau mobil baru secara online berbeda dengan sepeda motor. Untuk motor konsumen bisa pesan pagi dan langsung dikirim sore maupun satu hari berikutnya.

"Saat ini, orang beli motor pakai aplikasi. Misalnya beli lewat e-commerce, pagi beli sore sampai, meski pelat nomornya kosong karena suratnya belum langsung ada kan. Tapi semua orang bisa beli motor (melalui e-commerce)," katanya.

Penjualan mobil bekas sulit meraih konsumen dengan menggunakan sistem online atau e-commerce. Ini lantaran harga jualnya berbeda.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Di Tengah Bayangan Harga-Harga Naik, Pasar Mobil Bekas di Indonesia Berpotensi Tumbuh

57 tahun lalu

Hati-Hati! Kilometer Odometer Digital Lebih Mudah Dimanipulasi Penjual Mobil Bekas Nakal

57 tahun lalu

Cara Mengetahui Mobil Bekas Tabrakan, Bisa Dilihat dari Bagian Body Ini

57 tahun lalu

Penjualan Mobil Bekas Diprediksi Naik Jelang Lebaran 2026, MPV dan SUV Paling Diburu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal