Para responden pun menunjukkan kebutuhan tinggi terhadap rekomendasi rute perjalanan yang lebih aman sebesar 31 persen, pengalihan rute instan sebesar 22 persen, serta rekomendasi rute untuk beberapa destinasi sekaligus sebesar 21 persen.
Menurut Abhijit Sengupta, kesalahan kecil dalam panduan rute bisa berujung pada keterlambatan dan memengaruhi penghasilan pengendara.
"Secara keseluruhan, temuan studi tersebut menunjukkan bahwa pengendara roda dua di Indonesia lebih memprioritaskan sistem navigasi yang dapat diandalkan dan memberikan pengalaman perjalanan yang bisa diprediksi, dibandingkan dengan eksplorasi rute perjalanan," ujar Abhijit Sengupta.
Sistem navigasi dinilai mampu membangun kepercayaan pengendara roda dua dengan membantu mereka menghindari kesalahan rute, memilih jalur lebih aman, serta menjaga ketepatan waktu di tengah kondisi jalanan Indonesia yang rumit dan dinamis.