JAKARTA, iNews.id - Studi terbaru mengungkapkan pengendara motor di Indonesia paling bergantung pada sistem navigasi di kawasan Asia Pasifik. Para pengendara motor mengandalkan sistem navigasi untuk menjaga produktivitas, menghindari salah rute, hingga menentukan perjalanan di tengah kondisi lalu lintas yang padat dan dinamis.
Studi yang dilakukan Here Technologies dan Point Consulting melibatkan lebih dari 2.400 responden dari sejumlah negara, seperti China, India, Indonesia, Jepang, Thailand, dan Vietnam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 400 responden berasal dari Indonesia.
Hasil studi menyoroti tingginya frekuensi berkendara harian masyarakat Indonesia, budaya berkendara yang berorientasi pada tujuan akhir, serta meningkatnya ekspektasi pengendara roda dua terhadap akurasi dan keandalan sistem navigasi.
Sebanyak 96 persen responden menggunakan kendaraan roda dua untuk aktivitas harian. Sistem navigasi pun menjadi bagian penting dalam membantu pengendara menghadapi kemacetan, memilih rute lebih aman, hingga menjaga waktu tempuh agar lebih terprediksi.
Studi tersebut juga menunjukkan hampir satu dari dua pengendara di Indonesia sering atau selalu menggunakan sistem navigasi. Fitur petunjuk arah suara menjadi yang paling diminati, dengan 67 persen responden memilih fitur tersebut.