Selain akurasi panduan rute, pengendara di Indonesia juga memprioritaskan fitur peringatan yang mampu meningkatkan visibilitas dan kontrol selama perjalanan. Fitur peringatan pencurian dipilih oleh 56 persen responden, sementara statistik performa kendaraan dipilih 53 persen responden.
Hal tersebut memperlihatkan kebutuhan pengendara terhadap sistem navigasi yang mendukung pengalaman berkendara lebih aman sekaligus mampu melakukan pemantauan selama perjalanan.
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pengendara roda dua di Indonesia tetap tinggi. Sebanyak 42 persen responden mengaku “sangat puas” terhadap pengalaman berkendara mereka.
Indonesia juga masuk dalam jajaran negara dengan tingkat kepuasan berkendara roda dua tertinggi di Asia Pasifik dengan skor kepuasan navigasi rata-rata mencapai 8,18.
Bagi pekerja lepas dan kurir yang mengandalkan sistem navigasi untuk memperoleh penghasilan, keandalan sistem menjadi faktor yang sangat penting. Kesalahan rute dinilai dapat memicu keterlambatan hingga berdampak langsung terhadap penurunan pendapatan.