Meski tingkat ketergantungan terhadap sistem navigasi cukup tinggi, para pengendara masih menghadapi sejumlah kendala yang memengaruhi efisiensi perjalanan hingga berdampak pada pendapatan mereka.
“Bagi pengendara di Indonesia, setiap keterlambatan perjalanan, dampaknya bisa berlipat. Sistem navigasi dinilai dari kemampuannya dalam menjaga kelancaran pengiriman dan mengurangi rute yang tidak efisien di tengah lalu lintas padat," ujar General Manager Asia Tenggara dan India Here Technologies, Abhijit Sengupta dalam keterangan persnya, Senin (11/5/2026).
Responden Indonesia mengidentifikasi tiga tantangan utama dalam penggunaan sistem navigasi, yakni estimasi waktu tempuh yang tidak akurat, keterlambatan akibat panduan rute kurang optimal, serta rekomendasi jalan pintas yang dianggap tidak aman.
Berbagai kendala tersebut menunjukkan perlunya sistem navigasi yang mampu menghadirkan rekomendasi rute lebih presisi, panduan yang lebih jelas, dan responsif terhadap dinamika lalu lintas di Indonesia.
Survei juga menunjukkan tingginya kebutuhan akan rekomendasi rute yang lebih aman dan dapat diprediksi demi meningkatkan pengalaman berkendara.