“Selain itu, harap dicatat bahwa Legislatif tidak menyertakan masa tenggang untuk memperbarui kredensial. Ini berarti setelah undang-undang tersebut resmi diberlakukan, kredensial Anda saat ini akan segera tidak berlaku, dan Anda mungkin dikenakan sanksi tambahan jika mengoperasikan kendaraan tanpa kredensial yang sah.”
Dalam surat tersebut, warga diminta menyerahkan SIM lama sebelum memperoleh dokumen baru dengan penanda jenis kelamin sesuai aturan terbaru.
Ribuan Dokumen Dibatalkan
Laporan The Washington Post menyebut pejabat negara memperkirakan sedikitnya 1.700 SIM harus diterbitkan ulang. Selain itu, sekitar 1.800 akta kelahiran juga terdampak kebijakan tersebut.
Biaya penerbitan ulang SIM dibebankan kepada pemiliknya. Untuk mendapatkan kartu baru, warga harus membayar biaya standar sebesar 26 dolar AS, sementara negara bagian belum mengalokasikan anggaran khusus untuk menutup beban tersebut.
Kebijakan ini memicu kritik karena warga terdampak sebelumnya diperbolehkan mengubah penanda gender pada dokumen resmi. Kini, mereka diwajibkan membalikkan perubahan tersebut dan menanggung biaya administrasi.